Friday, 18 July 2014

Si Owa Segera di Rilis

KOTA PANGKALAN BUN - 
BKSDA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Kalimantan Tengah (Kalteng) di Pangkalan Bun
akan segera merilis atau melepasliarkan owa-owa. Demikian dikatakan Kepala BKSDA SKW II Kalteng Hartono baru-baru ini.
Dijelaskan Hartono, belum dirilisnya owa-owa ke alam bebas karena binatang itu dianggap belum siap dilepasliarkan. Masih perlu proses mengembalikan psikologi binatang yang telah jinak tersebut agar nantinya bisa bertahan hidup ketika kembali ke habitatnya.
"Jadi bukan kita biarkan tidak terurus. Tapi binatang itu butuh proses mengembalikan psikologinya setelah lama dipelihara warga. Nanti kalau langsung kita lepas justru akan mengancam keselamatan hewan itu. Memang butuh proses," kata Hartono kepada Radar Pangkalan Bun.
Pihaknya akan merillis owa-owa tersebut di satu kawasan di Palangka Raya. Alasannya, karena di sanalah mayoritas keberadaan habitat tersebut. Sedikitnya ada tiga owa-owa yang akan dirilis dalam waktu dekat ini. "Rencananya dalam minggu-minggu ini," ujar Hartono.
Seperti diberitakan beberapa waktu sebelumnya, warga yang menyerahkan owa-owa tersebut, Epi, merasa iba lantaran binatang tersebut dianggapnya tidak dirawat dengan baik. Bahkan dia berharap bisa memeliharanya lagi lantaran kasihan binatang tersebut tak kunjung dirilis. 

(gza/yit)


Sunday, 6 January 2013

Air Bersih dari mata air yang menyegarkan penduduk kota pangkalan bun


Air adalah sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup di dunia ini, Jika anda hidup pasti perlu air..
Begitu juga bagi warga sekitar pangkalan bun setiap hari memerlukan air apalagi ketika musim kemarau tiba, namun bagi warga terutama yang tinggal di seputaran Alamat : Jl. P.R.A. Kesuma Yudha  
Pasti tidak asing dan tak perlu khawatir ketika musim kemarau karena di daerah tersebut terdapat sumber air di rumah salah satu warga yang bernama pak. Heru
Ya karena air tersebut di gratiskan bagi siapa saja yang membutuhkan . di kota pangkalan bun banyak ditemukan sumber-sumber air besar yang di bebaskan oleh pemiliknya untuk di gunakan untuk keperluan sehari-hari  ( jangan di jual ya..)  Selain pahalanya besar mata air tersebut pastinya tidak akan kering jika di gunakan untuk beramal  .
Mata air 

Senin Yang indah mengawali aktifitas ku di Pangkalan Bun.


Senin Yang indah mengawali aktifitas ku di Pangkalan Bun.
Hari ini selepas masuk kantor menyalakan komputer kesayangan saya, tiba-tiba ada pengiriman kartu debit card dari payoneer. Wow kartu yang saya tunggu-tunggu setelah hampir lupa kapan saya melakukan aplikasinya...
Saya melakukan aplikasi tepatnya di bulan oktober 2012 dan terhitung hari ini 07 januari 2013 kartu Debit Card saya terima WOW kata sule 4 Bulan cuy... tapi tidak apa-apa mungkin karena lokasi saya di  kota Pangkalan bun jadi perjalanan dari amerika sono naek kapal belum lagi kena badai akhirnya sampai dengan selamat.
Yup berikut Penampakan kartunya:



Terus apa manfaatnya?
Selain untuk gaya-gayaan dompet kita semakin tebel karena bertambah penghuninya  kita juga bisa memiliki account bank di amerika sana dengan mata uang US. Mantab kan? Kita mau belanja di website-website luar yang support payoneer jadi sangat mudah. Isi saldo paypal juga jadi semakin aman. So pokoknya banyak deh manfaatnya coba cari di mbah google.
Jika ente kepengen punya juga walau belum tahu manfaatnya klik dimari aja gak bayar urusan mau di pakai apa belakangan. Dijamin dapat Debit Card gratis saya yang di kalimantan aja samapai... walau 4 bulan
Buruan daftar di mari

Wednesday, 31 October 2012

Segarnya Menikmati Cendol dawet di Lapangan sampuraga

Kota pangkalan bun merupakan kota yang terkadang panas terkadang juga hujan, sehingga apabila beberapa hari saja tidak ada hujan semua jadi serba panas.
Atau memang manusianya kali ya... di saat panas menyerang tak terbayang jika kita tetap harus ber aktifitas mondar mandir di jalanan , Palagi anak-anak muda yang masih semangat-semangatnya main bola di lapangan sampuraga seperti saya ... wuiks...! paling gak kuat kalau sudah diserang rasa haus suasana jadi gak enak... cepat-cepat deh lari ke depan gerbang cari paman penjual dawet. Segelas,, dua gelas.... ups.... masih mau tambah lagi?! no no no... bukan masalah dwitnya... tapi kalo sakit perut bisa berabe neh.... karena kebanyakan.

Memang dawet Ayu asal banjarnegara ini terkenal nikmat untuk di minum apalagi sehabis olah raga... ngomong ngomong apa benar asalnya banjar negara.....?!!

Dawet Sampuraga





Thursday, 11 October 2012

Jumat yang indah di masjid Agung Riyadlush Shalihin


Yup kali ini kotapangkalanbun.blogspot.com akan bercerita kepada anda tetang masjid agung yang ada di pangkalan bun.
Sebagai blog tetang isi kota pangkalan bun maka tak salah jika kali ini admin mencoba membahas tetang tempat ibadah yang di miliki oleh umat muslim pangkalan bun. Masjid agung Riyadlush Shalihin masjid agung yang memiliki menara kembar setinggi kurang lebih 16 mtr sebagai salah satu ikon kota pangkalan bun.
Arti RiyadLus Shalihin  menurut hasil pencarian kesana kemari ialah taman orang orang salih.
Tolong di koreksi ya kalu ternyata salah.
makna yang sangat indah tentunya ,pasti yang memberikan nama tersebut memiliki harapan yang mulia terhadap masjid tersebut. Ya sebagai masjid besar di kota pangkalan bun tentu banyak di gunakan masyarakat pangkalanbun untuk melakukan kegiatan-kegiatan beribadah. Diharapkan orang-orang yang masuk ke dalam masjid akan semakin beriman dan menjadi hamba yang soleh.
Hari ini masjid sangat ramai karena adzan jumat sudah mulai dikumandangkan seluruh jamaahpun mulai berdatangan baik jamah lokal maupun para pendatang yang kebetulan sedang berada di kota pangkalan bun.
Untuk menutup tulisan kali ini dimanapun anda berada ,bagi umat muslim ya jangan pernah meninggalkan sholat. Di setiap sudut kota manapun pasti akan engkau jumpai rumah alloh.

riyadlus shalihin pangkalan bun




Thursday, 4 October 2012

Happy birth Day Bumi marunting batu aji


Congratulaition...! itulah yang di ucapakan oleh segerombolan touris yang kebetulan sedang mengikuti pawai nasi adab yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten kota waringin barat pada 04 oktober 2012 , merekan memberikan selamat melalui bapak bupati H. ujang Iskandar.
Ya... kota manis pangkalan bun sedang banyak gawe bulan ini, selain kegiatan pawai tersebut masih ada beberapa kegiatan yang akan diagendakan oleh pemerintah kota. seperti lomba marching band, Kobar expo dan beberapa kegiatan lain.

Serangkaian kegiatan tersebut disayangkan terkendala akan asap yang telah di alami penduduk kota pangkalan bun beberapa bulan terakhir yang di khawatirkan akan mengganggu kelancaran prosesi acara yang sedang berlangsung.

bagaimanapun juga kita sebagai warga pangkalan bun patut berbangga dan harus tetap optimis untuk terus mendukung acara tersebut.

SELAMAT HUT KOBAR KE-53

Wednesday, 19 September 2012

Kakek penjual Lontong di depan BNI pangkalan Bun


Setiap kali saya menuju ke ATM di kantor BNI yang terletak di Jln. Pangeran Antasari Sebelah dealer Honda pada malam hari. Senantiasa melihat sebuah dagangan dengan menggunakan gerobak tua lengkap dengan lampu minyak yang menyala redup dia antara lampu-lampu kota yang ada di sekitar lokasi.
Disisi duduk terpungkur kakek tua si pemilik dagangan.tak ada yang aneh dengan dagangan yang ia jual.namun di tengah menjamurnya warung-warung di kota pangkalan bun yang menawarkan berbagai pilihan masakan dari yang khas pangkalan bun sampai sea food.
Namun kakek itu tetap nekat menjual lontongnya dengan kondisi fisiknya yang sudah renta. Mungkin karena kakek itu belum mengikuti perkembangan dunia usaha/bisnis yang semakin ketat persainganya. Atau keadaan lah yang tidak memberikan pilihan kepada sang kakek sehingga ia tidak tau bagaimana cara menarik pembeli.
Meski demikian dia tetap semangat berdagang dengan cara yang ia tahu meski mengerti daganganya gak laku-laku dengan menu andalan lontong tahu yang juga satu-satunya dengan rasanya yang jauh jika di bandingkan dengan warung-warung yang sudah memiliki ratusan pelanggan setiap harinya.
Atau mungkin gengsi dari warga pangkalan bun yang lebih suka membeli makanan di mini market, Lestoran ataupun rumah makan terkenal yang tempatnya lebih memah walau rasa sama saja.
Itulah ironis kehidupan ini, kakek tua dengan daganganya tetap saja tua tanpa ada yang menghiraukanya. Dan ia tetap menjual daganganya meski kadang tak satupun laku hasil jerih payahnya.
Kemarin ketika hendak hendak mengambil uang di ATM saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli masakanya itu, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu suka dengan makan lontong. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai mengambil uang, saya menghampiri Kakek tadi. Tampak wajahnya sumringah menyambut kedatangan saya... ya.. mungkin memang sudah menjadi cara dia menyambut pembeli-pembelinya juga selalu tersenyum ramah .Sayapun bertanya berapa harga sebungkusnya kek. “enamribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh ya alloh, harga sebungkus lontong yang menurut saya sangat buanyak porsinya cuman 6000.jerih payah kakek yang besusah payah bangun pagi-pagi untuk memasak belum termasuk membeli bahan-bahan pokok berapa untung yang dimiliki kakek?!.mungkin hanya seribu rupiah itupun kalau laku, Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercengang dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, empat bungkus”, kata saya.
kakek penjual lontong




Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli lontongya dalam jumlah banyak. Dia meulai meracik bumbu-bumbu untuk sambal lontongya, pelan-pelan ia mulai mengulek, dengan tangan gemetar sesekali ia menyeka peluh yang mulai membasahi dahinya. Saya bertanya kembali kenapa dia sudah tua kok masih jualan. Padahal dengan kondisi fisik yang sudah merenta alangkah baiknya ia menikmati hari tuanya bersama cucu-cucunya. “Kakek cuma Cuma berdua dengan nini, kalau tidak berjualan siapa yang memberi makan kami, hanya inilah yang kakek bisa”, lirihnya. Semakin haru biru saya mendengarkan jawabanya, tak kuat rasanya airmata ini.

Di kala tua yang seharusnya tinggal menghabiskan sisa-sisa umurnya, harus tetap ia pergunakan untuk berjuang mendapatkan sesuap nasi bersama istrinya.
Di sisi lain banyak pasangan-pasangan muda yang kawin-cerai dengan keadaan ekonomi sebagai alasanya. Tapi ini kakek nenek berjuang dengan segala keterbatasanya namun tetap kukuh diatas ikrar cinta mereka.
  
Setelah selesai saya bayar Rp24.000 untuk sepuluh bungkus lontong, saya segera bergegas pulang tak kuasa batin ini melihat ironi ini. saya teringat timeline salah seorang teman: “Pedagang Pinggiran, kakek tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi.
Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak menyukainya. Dengan membeli dagangan mereka , akan lebih menghargainya karena jiwa mereka sebenarnya bukan pengemis.jika boleh memilih ia lebih bangga laku jualanya daripada menerima sedekah.
 Jangan selalu membeli makanan di restoran / warung makan mewah yang nyaman dan lengkap….”.



Si Kakek tua adalah salah satu dari sekian para pedagang kaki lima yang barangnya gak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.




Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran , meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Belilah daganganya kalaupun tidak suka dengan lontongnya berikan kepada pemulung2 yang lewat, bapak2 satpam yang sedang berjaga atau yang saat ini lagi menahan lapar pasti lebih besar pahalanya
.

Tak ada sesuatu yang mubadzir, tergantung cara kita berfikirnya.